Di Indonesia kata “chatbot” hampir selalu berarti “bot WhatsApp”. Kanal itu tidak kami punya, dan tidak akan kami punya.
Kami menaruhnya di layar kedua, bukan di catatan kaki halaman harga. Kalau memang WhatsApp yang Anda cari, setengah jam Anda baru saja diselamatkan.
Yang kami punya ada tiga: Telegram, Instagram, dan chat di website Anda. Ketiganya jatuh ke kotak masuk yang sama, diotomatiskan dengan alur yang sama, dan berbagi satu AI agent.
Kami juga tidak akan berpura-pura Telegram itu aplikasi semua orang di sini — memang bukan. Di Indonesia Telegram adalah aplikasi komunitas: grup kelas online, channel info lowongan, grup reseller dan dropship, komunitas trading, tempat orang tukar-menukar file. Yang ada di sana masuk karena memang mau. Sisa halaman ini berdiri di atas perbedaan itu.
Bedanya di sini
Di Telegram, pesan pertama boleh dari Anda
Kalau Anda datang dari halaman Instagram kami, di sinilah aturannya berubah.
Instagram: aturannya dibuat Meta
Anda menjawab mengikuti jam mereka
Anda hanya boleh menulis ke orang yang menyapa lebih dulu — dan hanya selama 24 jam.
Satu komentar memberi 7 hari untuk sekali menghubungi orang itu lewat DM.
Broadcast ke follower tidak ada. Tidak lewat kami, tidak lewat siapa pun.
Telegram
Anda menulis saat memang ada yang perlu disampaikan
Siapa pun yang pernah menekan /start tetap bisa dihubungi: hari ini, bulan depan, kapan pun Anda punya kabar.
Satu broadcast sampai ke seluruh daftar, atau cuma ke orang bertag tertentu saja.
Setiap link bisa membawa parameternya sendiri, jadi bot sudah tahu orang ini datang dari postingan yang mana.
Satu aturan tetap berlaku: orangnya yang menekan /start lebih dulu. Tidak ada yang tiba-tiba menerima pesan dari bot Anda — tidak di Telegram, tidak lewat kami. Ritme broadcast besar kami yang atur, karena Telegram cuma mengizinkan bot mengirim sekitar 30 pesan per detik, dan bot yang mentok di langit-langit itu tidak menolong siapa-siapa.
Anda menyusun alur percakapan di atas kanvas: satu pesan, satu syarat, satu tindakan. Tanpa coding, tanpa server sendiri yang harus dijaga tetap hidup.
Pesan dengan tombol di bawahnya
Teks, foto, video, file, pesan suara, stiker. Tombolnya duduk di bawah pesan: satu membuka link, satu lagi membawa orangnya selangkah lebih jauh.
Telegram bisa mewarnai tombol biru, hijau, atau merah — jadi “Konfirmasi” dan “Batal” berhenti terlihat sama.
Di dalam chat
B
Mau saya kirimkan katalog terbaru atau daftar harga reseller?Katalog terbaruHarga reseller
Katalog terbaru
Syarat untuk membelah jalan
Bercabang dari apa yang dia ketik: sebuah kata, angka, email, nomor HP. Dari tag yang menempel padanya. Dari jam berapa sekarang. Atau dari sudah gabung atau belum dia di channel Anda — asal bot Anda jadi admin di sana.
Tindakan supaya percakapannya jadi sesuatu
Pasang tag. Simpan jawabannya dan pakai lagi nanti: {{var.kota}} di pesan berikutnya. Tunggu satu jam. Kirim notifikasi ke Telegram Anda sendiri. Oper percakapan ke operator. Atau panggil URL milik Anda.
Sebelum diaktifkan, tab “Test” di editor menjalankan alurnya sungguhan bersama Anda: blok yang sama, syarat yang sama, tanpa satu pesan pun sampai ke orang lain.
Link berparameter
Satu link untuk satu kampanye
Link apa pun menuju bot Anda bisa membawa parameter. Bot membacanya sebelum bicara sepatah kata, lalu memulai alur yang Anda siapkan khusus untuk link itu.
Nilainya menempel di percakapan, jadi pesan atau syarat berikutnya masih bisa memakainya.
Link yang sama jalan di bio, di story, di pesan tersemat grup, di QR code yang ditempel di meja kasir.
Anda tahu tiap orang datang dari mana tanpa perlu bertanya. “Tahu kami dari mana?” adalah pertanyaan yang tidak pernah dijawab orang.
Link yang Anda sebar
↗
t.me/bot_anda?start=bio
terpasang di bio Instagram Anda
bot membaca bio lalu menjalankan alur itu
Pesan pertama
B
Anda datang dari bio Instagram. Ini katalog bulan ini — sekalian daftar harga resellernya?Mau, kirim harganya
Grup & channel
Admin yang tidak pernah menjawab “besok ya”
Kalau Anda pernah pegang grup atau channel, polanya sudah hafal di luar kepala: satu pertanyaan yang sama datang dua puluh kali sehari, semuanya diawali “min”. Bagian itulah yang diambil alih bot.
01
Anda sebar satu link
Di bio Instagram, di story, di pesan tersemat grup, di QR code yang ditempel di lapak. Tiap tempat boleh punya parameternya sendiri, jadi bot sudah tahu orang ini datang dari mana sebelum sempat ditanya.
02
Orangnya menekan /start
Sejak detik itu ada percakapan berdua — dia dengan Anda, di luar grup. Ini satu-satunya pintu yang membuat bot boleh menyapa dia lagi nanti.
03
Bot mengecek dulu, baru memberi
Satu syarat menanyakan ke Telegram apakah orang ini sudah gabung channel Anda, sebelum file, link, atau kodenya dikirim. Syaratnya cuma satu: bot Anda jadi admin di channel tersebut.
04
Tagnya menempel, daftarnya milik Anda
Alur memasang tag ke siapa pun yang lewat situ. Minggu depan broadcast cukup dikirim ke tag itu saja, tanpa menunggu belas kasihan algoritma siapa pun.
Tidak ada yang bisa masuk daftar itu tanpa menekan /start. Anggota grup juga tidak bisa diimpor: Telegram tidak menyerahkan daftarnya ke bot, dan kami pun tidak mengarang daftar sendiri.
Broadcast ke daftar yang benar-benar milik Anda
Isinya semua orang yang pernah menekan /start. Tanpa akun iklan di tengah, tanpa algoritma yang menentukan siapa boleh melihat Anda.
Semua, atau satu tag saja
Kirim ke seluruh percakapan yang dimiliki bot, atau cuma ke orang-orang yang sudah ditandai alur sebelumnya.
Tombol di dalam pesannya
Satu tombol membuka link; tombol lain menjatuhkan orangnya langsung ke dalam sebuah alur, dan percakapannya lanjut dari situ.
Sekarang, atau dijadwalkan
Jadwalkan lalu tinggalkan. Begitu selesai, tiap penerima punya statusnya sendiri — terkirim, gagal, atau dilewati — dan yang gagal menyebutkan alasannya.
Ada yang memblokir bot? Telegram memberi tahu kami, percakapannya kami tandai, dan broadcast berikutnya melewatinya begitu saja — daripada jatah kirim Anda habis mengetuk pintu yang sudah dikunci.
AI agent yang menjawab. Orangnya yang mengambil alih.
AI agent yang sama bekerja di Telegram, di Instagram, dan di chat website Anda: satu basis pengetahuan untuk ketiganya.
Belajar dari yang sudah Anda tulis
Unggah file, tempel teks, atau berikan alamat website Anda supaya dibaca. Dari situ AI agent menjawab, dan sisa percakapannya tetap dia ingat.
Tahu kapan harus berhenti bicara
Begitu ada yang minta bicara dengan manusia, percakapannya pindah ke tim Anda — sudah ditandai dan menunggu. Bot berhenti menimpali dari belakang.
Satu kotak masuk, peran yang sungguhan
Semua kanal jatuh ke kotak masuk yang sama. Rekan Anda diundang lewat email, masing-masing dengan perannya: Owner, Administrator, atau Operator.
Kirim pesan, ambil daftar percakapan, baca satu percakapan utuh, edit atau hapus apa yang sudah dikirim bot. Webhook berbunyi di message.received dan button.clicked.
POST /api/v2/telegram/messages
GET /api/v2/telegram/chats
GET /api/v2/telegram/chats/{id}/messages
POST /api/v2/telegram/messages/{id}/edit
Dua batasan, dua-duanya milik Telegram: pesan bisa diedit atau dihapus sekitar 48 jam setelah terkirim, dan Telegram tidak menyerahkan riwayat percakapan kepada bot — jadi sebuah percakapan kembali seperti yang dilihat bot, bukan seperti yang tampil di HP Anda.
Semua hargaPremium gratis 1 hari, sekali per akun.
Yang biasanya ditanyakan lebih dulu
Perlu programmer?
Tidak. Buka @BotFather di Telegram, minta bot baru, salin token yang dia kirim, lalu tempel di akun Anda. Persiapannya cuma itu.
Bisa dihubungkan ke WhatsApp?
Tidak ada, dan tidak akan ada. Kanal kami tiga: Telegram, Instagram, dan chat di website Anda. Kami lebih suka mengatakannya di layar kedua daripada Anda temukan sendiri setelah semuanya terlanjur disusun.
Bisakah bot menyapa orang yang belum pernah menghubungi saya?
Tidak bisa. Telegram mengharuskan orangnya menekan /start lebih dulu. Imbalannya, setelah itu tidak ada jendela 24 jam: Anda boleh menulis bulan depan, saat memang ada yang perlu dikabarkan.
Panelnya berbahasa Indonesia?
Ya. Panel Chatonaut sudah berbahasa Indonesia — bahasanya Anda pilih di pengaturan akun. Semua teks yang dibaca pelanggan Anda — pesan, tombol, jawaban AI agent — tetap Anda sendiri yang menulis, dalam bahasa apa pun.
Bisakah bot mengecek apakah seseorang sudah gabung channel saya?
Bisa, asal bot Anda jadi admin di channel itu. Pasang pengecekannya sebagai syarat sebelum file, link, atau kodenya dikirim.
AI agent juga menjawab di Telegram?
Menjawab, dan itu AI agent yang sama dengan kanal lain: satu basis pengetahuan untuk ketiganya. Dia ikut di paket Premium, yang sudah termasuk 500 balasan AI per bulan.
Alurnya bisa dicoba dulu sebelum diaktifkan?
Bisa. Tab “Test” di editor menjalankan alurnya sungguhan — blok yang sama, syarat yang sama — tapi bersama Anda, dan tanpa mengirim apa pun ke orang lain.
Apa yang terjadi kalau saya kirim broadcast ke seluruh daftar?
Ritmenya kami yang atur, di bawah langit-langit Telegram yang sekitar 30 pesan per detik, dan di akhir Anda melihat hasilnya untuk tiap penerima.
Bayarnya bagaimana?
Untuk sekarang tidak ada yang dibayar. Selama Chatonaut masih di akses awal, Anda tinggal memilih Plus atau Premium di akun Anda dan paketnya aktif sebagai bonus. Tanpa tagihan sama sekali.